Analisa Usaha Budidaya Lele bagi Pemula<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-115" >			<span class="no-rating-results-text">Belum ada Penilaian</span>		</span>

Analisa Usaha Budidaya Lele bagi Pemula

Analisa Usaha Budidaya Lele dengan Teknik Bioflok

Salah satu usaha ternak lele yang saat ini tengah marak diperbincangkan yaitu budidaya lele dengan teknik bioflok. Pasalnya, selain teknik pembuatan kolam yang mudah dengan menggunakan terpal, budidaya lele bioflok juga untungnya lebih besar ketimbang ternak lele biasa. Lalu, bagaimana analisa usaha budidaya lele dan penghitungan laba untung ruginya?

Berikut ulasan mengenai analisa usaha budidaya lele dengan sistem bioflok :

Analisa Usaha Ternak Lele Sistem Bioflok

Analisa kalkulasi usaha budidaya lele

1. Menggunakan Kolam Terpal Bulat

Budidaya lele bioflok ini menggunakan kolam terpal yang berbentuk bulat yang sangat mudah dibuat. Selain itu, pembuatan kolam terpal ini juga dapat menghemat lahan dan dapat membuat benih ikan lebih tahan hidup.

2. Analisa Usaha budidaya Lele Bioflok

Sementara untuk analisa usaha lele bioflok ini memiliki banyak keuntungan. Pasalnya, budidaya lele bioflok ini tidak hanya dapat menghemat lahan ternak tetapi juga dapat menghemat pakan, waktu, dan tenaga.

Namun, hasil panen yang didapatkan bisa sampai 5 kali lipat lebih banyak ketimbang ternak ikan lele biasa.

3. Analisa Budidaya Lele 1000 Ekor dengan Ukuran Kolam 1 Meter

Sementara untuk 1 meter kubik kolam ikan dapat diisi sebanyak 1000 ekor ikan lele. Sehingga setiap kolam terpal lele satu meter tersebut dapat menampung hingga 1000 ekor benih ikan lele.

Keuntungan ternak lele 1000 ekor ini jauh lebih besar ketimbang ternak lele biasa yang setiap satu meter kolam ikan hanya bisa diisi 100 ikan saja.

4. Analisa budidaya lele 5000 ekor dengan Ukuran Kolam 3 Meter.

Sementara apabila kolam ikan tersebut berdiameter 3 meter maka dapat Anda isi dengan 5000 benih lele.

5. Jenis Ukuran Kolam Terpal Berdasarkan Daya Tampung Benih Ikan

Pasalnya, ada begitu banyak macam kolam terpal bulat yang bisa disesuaikan dengan daya tampung benih ikan.

Selain berukuran 1 meter dan 3 meter, ada juga yang  berdiameter 2  meter untuk 1.5 ribu ekor, dan kolam terpal berdiameter 4 meter untuk kapasitas benih ikan sebanyak 10 ribu ekor.

Sementara kolam terpal bulat yang paling besar berukuran 5 meter dengan kapasitas sebanyak 20 ribu benih ikan.

6. Menghitung Untung rugi ternak lele

Untuk mengetahui untung atau rugi ternak ikan lele Anda bisa menghitung baiya produksi dan perawatan ikan lele.

Jika Anda ingin tahu lebih tentang budidaya ikan lele, Anda bisa baca artikel tentang Budidaya Lele dengan Sistem Bioflok.

Biaya untuk membuat kolam dengan teknik bioflok meliputi:

Kolam terpal seharga 2 juta dengan estimasi 200 ribu, selanjutnya pembelian benih sebesar 2 juta. Dan untuk pakan sekitar 7,6 juta serta probiotik 300 ribu rupiah. Sehingga total perhitungan ternak lele sebanyak 12,1 juta rupiah.

Perkiraan Penjualan Lele dan Keuntungannya

Sementara jumlah benih lele sebanyak 10 ribu dan diperkirakan 15 persen mati, sehingga hanya 8.5 ribu saja yang terjual.

Misalnya saja tiap satu kilo lele sebanyak 6 ekor. Maka 8.5 ribu lele yaitu sekitar 8.5 ribu dibagi 6 yaitu 1.4 ton. Sementara untuk harga perkilonya diperkirakan 18 ribu. Sehingga harga penjualan yaitu sebesar 25.2 juta rupiah.

Sementara keuntungan total dari kalkulasi ternak lele yaitu harga jual dikurangi biaya produksi yaitu 25.2 juta dikurangi 12.1 juta yaitu sebesar 12.9 juta rupiah.

Menilik dari ulasan mengenai analisa usaha budidaya lele bioflok di atas, maka dapat disimpulkan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok dengan cara yang benar dapat memberikan keuntungan yang berlipat-lipat ketimbang ternak lele biasa. Sehingga bagi Anda yang masih pemula dalam bisnis ternak lele Anda bisa mencoba budidaya lele bioflok.

Jangan Lupa di Share ya!

Bantu kami menjadi lebih baik lagi.. silahkan beri rating:

Tinggalkan Balasan

Close Menu