LENGKAP! Ini Cara Tepat Budidaya Ikan Lele

LENGKAP! Ini Cara Tepat Budidaya Ikan Lele

Belum ada Penilaian

Budidaya Ikan Lele, Bisnis Menguntungkan di Zaman Sekarang

Ikan lele atau Catfish merupakan ikan air tawar yang populer di kalangan peternak ikan di Indonesia. Karena kepopulerannya, ikan ini dapat dengan mudah dijumpai. Di Indonesia ada berbagai jenis ikan lele yang berhasil dikembangkan, meskipun pada awalnya hanya lele lokal saja yang dibudidayakan. Budidaya ikan lele ini terus berkembang karena begitu derasnya minat konsumen.

Jenis Ikan Lele yang Sering Di Budidayakan

Pada dasarnya, ada beberapa jenis ikan lele yang sering dibudidayakan seperti:

1. Ikan Lele Dumbo

Ikan lele dumbo hampir mirip seperti ikan lele lokal, namun memiliki ukuran yang lebih besar. Ikan ini dihasilkan dari perkawinan silang antara betina Clarias Fuscus dari Taiwan dengan jantan Clarias Mossambicus dari Kenya. Ikan ini dapat menghasilkan bercak hitam dan putih apabila terkejut atau stres. Namun kondisi tersebut tidak bersifat permanen dan akan normal jika kondisi lingkungan kembali stabil. Ikan lele dumbo memiliki beberapa manfaat seperti menghaluskan kulit karena adanya vitamin C, menambah nafsu makan, dan menetralkan asam lambung.

2. Ikan Lele Mutiara

Ikan yang berasal dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subung, Jawa Barat ini dikenalkan pada 27 Oktober 2014 lalu. Ikan ini dihasilkan dari seleksi persilangan induk lele dumbo lokal, lele masamu, lele phyton, dan lele sangkuriang sejak 2010. Keunggulan lele mutiara adalah pertumbuhannya yang lebih tinggi hingga 40% dari lele lainnya. Bibit berukuran 5-7 cm bisa dipanen dalam 45-50 hari dengan 6-9 ekor untuk per kilonya, dan keseragaman hingga 80%.

Tips Melakukan Budidaya Lele

Lantas, bagaimana cara melakukan budidaya lele? Berikut tahapan yang harus Anda lakukan:

1. Mempersiapkan kolam

Persiapkan kolam yang digunakan untuk budidaya, kolam yang dapat Anda gunakan bisa dalam bentuk semen, terpal atau pun tanah. Usahakan kolam memiliki ukuran yang besar agar meminimalisir kematian ikan.

2. Pilih bibit yang unggul

Pemilihan bibit tidak boleh dilakukan dengan asal. Pilih bibit lele yang benar-benar unggul dan jarang terserang penyakit. Ciri bibit yang unggul adalah ikan yang berenang dengan agresif dan gesit.

3. Pisahkan ukuran ikan

Lele merupakan jenis kanibal yang dapat memakan sesamanya, sehingga sebelum menebar bibit, pastikan Anda melakukan sortir ukuran terlebih dahulu.

4. Sebar bibit

Saat penyebaran bibit, hindari melakukan penyebaran dalam satu waktu sekaligus karena dapat membuat lele menjadi stres.

5. Sortir ikan

Jika pemeliharaan sudah dilakukan selama 20 hari, lakukan sortir ikan, penyortiran dilakukan untuk memisahkan ikan yang masih berukuran kecil dan besar. Perhatikan jumlah air, hingga kedalaman kolam.

6. Makanan ikan

Pemberian makanan ikan lele biasanya dilakukan 3 kali dalam sehari, namun jika lele bersifat lebih aktif seperti mendongakkan kepalanya, Anda dapat memberikan makanan tambahan. Jenis makanan yang diberikan adalah sentrat 781.

7. Panen ikan

Lele dapat dipanen sesudah tiga bulan setelah bibit disebar. Lele yang layak konsumsi biasanya memiliki ukuran 4 hingga 7 ekor per kilogram,

8. Menebar bibit baru

Sebelum Anda melakukan penebaran bibit baru, pastikan kolam sudah dibersihkan terlebih dahulu agar mengurangi sisa makanan ikan dan kotoran ikan sebelumnya. Dengan pembersihan kolam ini, kita juga bisa mengetahui apakah di dalam kolam masih ada ikan yang ketinggalan. Jika pembersihan sudah dilakukan, penebaran bibit baru dapat Anda lakukan.

Semoga dengan tips budidaya ikan lele di atas dapat Anda jadikan sebagai bahan referensi. Tertarik melakukan budidaya? Coba sekarang juga.

Jangan Lupa di Share ya!

Bantu kami menjadi lebih baik lagi.. silahkan beri rating:

Tinggalkan Balasan

Close Menu